Peringati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Wonk Kite Adakan Festival Dramatisasi Puisi

3 minggu yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG20171029085753

CILEGON, BCO - Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda dan bulan bahasa, Komunitas Teater Wonk Kite (KTWK) adakan Festival Dramatisasi Puisi tingkat pelajar SMP dan SMA sederajat se-Kota Cilegon yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Citangkil, Minggu 29 Oktober 2017.

KTWK yang berada dibawah naungan Wonk Kite Ajah Foundation ini mengadakan Festival Dramatisasi Puisi untuk kedua kalinya dimana sebelumnya diselenggarakan pada 2011 lalu yang kemudian dilaksanakan kembali di tahun 2017 ini.

Ketua Pelaksana Festival Dramatisasi Puisi Ahdi Zukhruf Amri mengatakan kegiatan tersebut kedepan akan menjadi agenda rutin tahunan dalam menyambut peringatan Sumpah Pemuda dan bulan bahasa yang setiap tahunnya diperingati pada bulan Oktober.

“Alhamdulillah kegiatan Dramatisasi Puisi ke-2 bisa dilaksanakan di Kota Cilegon untuk tingkat SMP Sederajat dan SMA Sederajat. Meski sempat terhenti selama 5 tahun lebih, berkat perhatian dan dukungan dari semua pihak, acara ini bisa kembali dilaksanakan untuk kedua kalinya dengan harapan bisa menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” katanya.

Dalam pelaksanaan Festival Dramatisasi Puisi tersebut, selain untuk menumbuh kembangkan potensi dan kreatifitas siswa, Ahdi berharap kedepan para siswa dapat lebih mencintai seni budaya dan bahasa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan potensi dan kreatifitas siswa di sekolah dalam rangka sumpah pemuda dan bulan bahasa. Selain itu kenapa kita pilih tingkat pelajar SMP dan SMA, karena pelajar masih mempunyai jenjang yang lebih lama untuk diedukasi dalam perkembangan seni dan bahasa, diharapkan kedepannya generasi penerus bangsa ini bisa mencintai seni, budaya dan bahasa,” ujarnya.

Selain itu, Ahdi juga menuturkan, kedepan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bahasa daerah, dalam hal ini peserta nantinya akan menggunakan bebasan atau bahasa Jawa Banten.

“Tidak menutup kemungkinan kedepannya kita akan mengadakan kegiatan yang sama dengan menggunakan bebasan sebagai salah satu pelestarian budaya daerah, hanya hal ini perlu kajian yang terstruktur dan mandiri dari masyarakat seni dan pemerintah, serta seluruh stake holder terkait,” tuturnya.

IMG20171029105304

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Wonk Kite Ajah Foundation Ikhwan Hadi Susanto,  Sekmat Citangkil Entik Atiqoh, serta anggota DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj, dan Babay Suhaemi.

Dalam sambutannya, Isro Mi’raj mengatakan kegiatan Festival Dramatisasi Puisi ini selain dapat memotivasi siswa dalam berprestasi juga menumbuh kembangkan kreatifitas anak dalam hal kesenian. Isro berharap kedepannya agar kegiatan ini dapat didukung penuh oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Cilegon, sehingga kedepannya hal ini dapat dijadikan agenda rutin tahunan.

“Tentu ada OPD terkait dalam hal ini saya harap bisa support secara penuh. Hasilnya juga sangat bermanfaat untuk generasi yang akan datang, justru kegiatan ini lebih membantu pada OPD tersebut. Saya harap kedepannya, ada kegiatan yang menjadi agenda tahunan yang bisa berlanjut, mudah-mudahan melahirkan generasi yang tidak melupakan sejarah dan budaya khususnya budaya Cilegon,” kata Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Cilegon.

Melalui kegiatan tersebut, Isro sangat mendukung penuh dan dirinya berharap kedepan dapat disisipkan budaya daerah, dalam hal ini bebasan yang merupakan bahasa masyarakat Kota Cilegon. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi perkembangan dan pelestarian budaya daerah terutama bagi generasi muda.

“Selain untuk memperingati sumpah pemuda juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk melestarikan budaya. Salah satu budaya Kota Cilegon dapat dilihat dari bahasa khas Cilegon, yakni Bebasan. Dulu ketika saya kecil, Bebasan ini seolah-olah dianggap sebagai ajaran agama. Hingga dalam diri setiap anak-anak dulu di Kota Cilegon, hukumnya haram kalau tidak menggunakan Bebasan. Namun seiring perkembangan dan proses pembelajaran, akhirnya kami menyadari bahwa Bebasan adalah sebuah warisan budaya yang wajib dijaga dan dilestarikan. Untuk itu kepada adik-adik semua disini, jangan malu untuk menggunakan Bebasan, kapan pun dan dimana pun,” ungkap Isro dengan menggunakan Bebasan.

Untuk diketahui, dalam kegiatan Festival Dramatisasi Puisi ke-2 ini diikuti oleh 9 Peserta untuk tingkat SMP Sederajat, dan 5 Peserta tingkat SMA Sederajat, se-Kota Cilegon. Dalam festival ini terdapat 5 Kategori yang terdiri dari kategori Interprestasi Puisi, kategori Konsep Penampilan, Kategori Keaktoran, Kategori Penyutradaraan, dan kategori Artistik. []

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG20171024141736

DLH Cilegon Rencanakan Bangun Transfer Depo Pada Setiap Kecamatan

IMG-20171030-WA0011

Rapat Pembahasan JLU, Pemkot Cilegon Akan Konsultasi ke KPK dan BPK

Related posts
Your comment?
Leave a Reply