Deklarasikan Gerakan Bebasan, Kamis Jadi Hari Berbahasa Jawa Cilegon

2 minggu yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG20171128093957

CILEGON, BCO - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon adakan sarasehan Bahasa Jawa Cilegon yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Kota Cilegon terkait Peraturan Walikota (Perwal) Cilegon nomor 57 Tahun 2017 tentang Penggunan, Pengembangan dan Pemeliharaan Bahasa Jawa Cilegon yang bertempat disalah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa 28 November 2017.

Dalam kegiatan sarasehan Bahasa Jawa Cilegon yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati, Kepala Kantor Bahasa Banten Muhammad Luthfi Baihaqi, akademisi dan ahli bahasa Chusaeri Rusdi, dan tokoh masyarakat Banten Chatib Mansyur, tersebut juga dideklarasikan gerakan bebasan bahasa daerah Cilegon-Banten dalam mengokohkan jatidiri bangsa, dengan point-point penting sebagai berikut:

1. Mengusulkan pada pemerintah untuk segera membuat Undang Undang Perlindungan Bahasa Daerah yang komperhensif, mengikat dan mengimplementasikannya secara lebih maksimal.

2. Merekomendasikan pelajaran bahasa daerah tak hanya menjadi muatan lokal atau pilihan wajib. Tapi harus sejajar dengan mata pelajaran lain dalam kurikulum nasional untuk menjaga eksistensi bahasa daerah dengan menjadikannya bahasa komunikasi di sekolah formal.

3. Melakukan advokasi kepada generasi muda agar bahasa daerah dapat bertahan, berdampingan dan berkembang bersama bahasa-bahasa lain di dunia. Meningkatkan fungsi bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam berbagai bidang keilmuan dan kesastraan di sekolah maupun di masyarakat. Sehingga akan tumbuh generasi-generasi yang mencintai pluralisme dan kebhinekaan dari sisi humanis sosial.

4. Melakukan regenerasi penutur, sebab sebagian besar generasi penerus penutur bahasa daerah menganggap bahwa bahasa daerah tak layak jual, tak layak pakai, dan berkesan tak kekinian. Beberapa penutur bahasa daerah yang mengenal adanya tingkatan bahasa (unda-usuk, anggah ungguh).

Sekda Kota Cilegon, Sari Suryati mengatakan dengan telah ditetapkannya Perwal Cilegon nomor 57 Tahun 2017 tentang Penggunaan, Pengembangan dan Pemeliharaan Bahasa Jawa Cilegon, maka seluruh masyarakat maupun pegawai pemerintah dan swasta di Kota Cilegon pada setiap hari Kamis diharuskan menerapkan bahasa Jawa Cilegon tersebut untuk mempertahankan dan melestarikan budaya Cilegon.

“Pelestarian budaya bebasan Cilegon, mudah-mudahan ini merupakan nilai-nilai budaya yang cukup bagus, dapat dipertahankan, dilestarikan dengan baik. Kalau sudah di Perwalkan harus diterapkan, jadi semua Kamis harus berbahasa jawa, walaupun sepotong-sepotong,” katanya.

Sari juga berharap kedepan dengan telah diberlakukannya dan disosialisasikan Perwal Cilegon nomor 57 tahun 2017 tersebut diharapkan bahasa daerah Jawa Cilegon tidak tergerus oleh pamor Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa global.

“Kalau ini kan dialek di masing-masing daerah, ini kan tidak akan jauh dari budaya masing-masing, bagaimana budaya (bahasa Jawa Cilegon) ini tidak tergerus,” tutur sari.

Senada dengan Sekda Kota Cilegon, Kepala Disparbud Kota Cilegon, Tb Heri Mardiana mengatakan pihaknya akan mensosialisasikan Perwal tentang Penggunaan, Pengembangan dan Pemeliharaan Bahasa Jawa Cilegon tersebut bukan hanya kepada instansi pemerintah saja, juga kepada pihak insatansi swasta, BUMN, BUMD, dan seluruh elemen masyarakat.

“Hari kamis ditetapkan sebagai hari berbahasa Jawa Cilegon dalam kegiatan pendidikan, kemasyarakatan, pemerintahan. Nanti akan kita sebar Perwal tersebut kesemua elemen baik instansi pemerintah, BUMN, BUMD, swasta dan masyarakat, nanti kita sebar, kita edarkan,” ungkapnya.

Heri juga menuturkan, bahasa Jawa Cilegon yang kini telah ditetapkan dalam Perwal Cilegon tersebut dicetuskan oleh masyarakat Kota Cilegon usai acara sarasehan budaya di 8 kecamatan dimana bahasa daerah jawa cilegon diusulkan untuk menjadi bahasa keseharian yang harus dilestarikan oleh masyarakat dan juga menjadi muatan lokal di sekolah.

“Bahasa Jawa Cilegon itu sudah dicetuskan beberapa tahun sebelumnya. Itu didukung juga oleh dewan, jadi sudah ada dukungan dari masyarakat dan wakil masyarakat. Kita juga sudah duduk bersama dengan pihak Dindik (Kota Cilegon) dan disambut baik,” pungkasnya. []

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG20171121092818

Adakan Aksi Damai, Opang dan Ojek Online Sepakat Berdamai

IMG20171203125158

Peringati Maulid Nabi, Warga Terate Udik Wetan Adakan Dzikir dan Hiasi 27 Panjang Mulud

Related posts
Your comment?
Leave a Reply