Forjim: Aparat Harus Hentikan Kriminalisasi Terhadap Wartawan

9 bulan yang lalu Juki San 0 respond
ranu wartawan Panjimas

JAKARTA, BCO - Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyayangkan upaya kriminalisasi terhadap jurnalis Panjimas.com, Ranu Muda Adi Nugroho (36) yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sebelumnya, Ranu Muda ditangkap oleh aparat kepolisian pada Kamis dini hari 22 Desember 2016, di kediamannya Ngasinan RT 03/04, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Usai ditangkap selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggerebekan di Social Kitchen Solo, 18 Desember 2016.

Social Kitchen adalah restoran elite di Jl Abdul Rahman Saleh No. 1, Stabelan, Banjarsari, Solo yang diduga melanggar aturan jam operasional, menjual miras dan mempertontonkan tarian telanjang.

“Ranu ini seorang jurnalis yang sekarang bekerja untuk media Islam Panjimas.com. Informasi yang kita dapatkan, pada saat kejadian dia dalam posisi sebagai peliput,” ujar Ketua Umum Forum Jurnalis Muslim (Forjim), Adhes Satria dalam siaran persnya kemarin.

Secara pribadi, Adhes mengaku mengenal Ranu Muda dan bahkan pernah melakukan liputan bersama dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) MUI di Surabaya pada 2015 lalu.

Sebagai wartawan media Islam, sangat wajar jika Ranu memiliki banyak kedekatan dengan tokoh-tokoh Islam dan ormas-ormas Islam. Justru akan aneh jika wartawan media Islam tidak dekat dengan kalangan Islam.

“Dia termasuk wartawan yang gigih dan berdedikasi tinggi terhadap profesinya,” lanjut alumni IISIP Jakarta ini.

Terkait teknis peliputan Ranu yang melekat (embedded) dengan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) di Social Kitchen, Adhes menilai dalam dunia jurnalistik merupakan hal biasa alias lazim wartawan melakukan liputan embedded.

Sehingga tidak perlu disoal, kenapa Ranu dalam tugasnya pada dini hari itu menumpang dengan kendaraan pengurus LUIS.

“Kalau embedded journalism itu biasa, bukan hal aneh. Wartawan-wartawan yang ikut liputan penangkapan teroris itu embedded dengan aparat,” jelas wartawan senior yang pernah bergabung dengan Majalah Islam Sabili ini.

Meski liputan melekat, lanjut Adhes, ia yakin Ranu tetap independen dalam menjalankan tugasnya.

“Tentu saja dia harus tetap netral, independen, kritis dan tetap menyampaikan informasi secara berimbang sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik,” imbuhnya.

Adhes mengatakan, penetapan tersangka terhadap Ranu akibat melakukan tugasnya sebagai seorang wartawan, akan menjadi preseden buruk bagi profesi jurnalis dan kebebasan pers. Karena itu ia tegas menolak segala upaya kriminalisasi terhadap wartawan.

“Kami meminta aparat untuk menghentikan upaya-upaya kriminalisasi terhadap wartawan. Terkait Ranu, bila ternyata dia tidak terbukti ikut melakukan perusakan di Social Kitchen kami mendesak agar dia dibebaskan secepatnya,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: KiniNews

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Bukti kebesaran Aksi Bela Islam 212 menuntut Ahok si penista agama dihukum berat, lebih dari 7 juta ummat Islam hadir dalam dzikir dan shalat Jumat bersama ulama di Silang Monas Jakarta pada 2 Desember 2016 lalu / Net

Brand ’212′ Dipatenkan oleh GNPF MUI, untuk Kebangkitan Ekonomi Ummat Islam

Habib Rizieq

Habib Rizieq Dilaporkan ke Polisi, Karena Dianggap Menghina Tuhan Ummat Kristen

Related posts
Your comment?
Leave a Reply