Walikota Luncurkan Gerakan Masyarakat Bebas Tuberkulosis

7 bulan yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG-20170309-WA0005

CILEGON, BCO - Tuberkulosis (TB) adalah penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh mycobacterium yang berkembang biak di dalam bagian tubuh dimana terdapat banyak aliran darah dan oksigen. Infeksi bakteri ini biasanya menyebar melewati pembuluh darah dan kelenjar getah bening, tetapi secara utama menyerang paru-paru, dan merupakan penyakit menular.

Guna menanggulangi penyebaran penyakit TB di Kota Cilegon, Pemkot Cilegon melalui Dinas Kesehatan Kota Cilegon membuat sebuah program gebrakan dengan meluncurkan program gerakan masyarakat ketuk pintu menuju kelurahan bebas TB yang diresmikan langsung oleh Walikota Cilegon Dr Tb Iman Ariyadi di halaman kantor Kecamatan Ciwandan, Kamis 9 Maret 2017.

Dalam sambutannya, Dr Tb Iman mengatakan, program gerakan masyarakat ketuk pintu menuju kelurahan bebas TB tersebut merupakan tindak lanjut dari program World Health Organization (WHO) yang bernama Directly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS) yang bertujuan melakukan penemuan dan pengawasan secara langsung kepada para penderita TB, agar bisa disembuhkan secara menyeluruh dan dicegah penularannya.

“Program ini untuk mengaktifkan peran di dalam keluarga, pemerintahan terkecil mulai dari RT/RW, kelurahan dan kecamatan, agar segera merespon melaporkan jika ditemukan (orang yang menderita) penyakit TB. Selain itu perlu adanya peran juga dari industri,” katanya.

Semakin bahayanya penyebaran penyakit TB di Indonesia, maka perlu adanya penanganan secara serius oleh pemerintah dan peran masyarakat dalam pencegahan agar tidak meluasnya jumlah orang yang mengidap penyakit TB.

Diketahui, tahun 2014 lalu Indonesia berada di urutan ke empat jumlah kasus TB terbanyak di seluruh dunia, tahun 2015 Indonesia meningkat berada di urutan ke dua setelah India. Sementara, di Kota Cilegon sendiri sudah mulai banyak ditemukan penderita penyakit TB yang semakin meningkat. Pada tahun 2016 lalu saja tercatat ada 505 penderita TB yang ditemukan. Sedangkan di tahun 2017 ini sudah ada lebih dari 1.000 orang warga yang mengidap penyakit TB di Kota Cilegon.

Di Kota Cilegon sendiri, kata Dr Tb Iman saat ini ada tiga kelurahan yang menjadi daerah percontohan bebas TB, yakni Kelurahan Kepuh, Kelurahan Tegal Ratu dan Kelurahan Samangraya.

“Tiga kelurahan itu menjadi percontohan sebagai daerah bebas TB, dan tentunya kita harapkan bukan hanya penyakit TB saja, tetapi ke depan Cilegon bebas penyakit,” ujarnya.

Dr Tb Iman menuturkan, TB merupakan penyakit menular yang harus diantisipasi dan dibutuhkan proaktif mulai dari keluarga hingga masyarakat, sehingga setiap ditemukan penderita TB diharapkan masyarakat di sekitar bisa merespon dengan cepat.

“Saya juga mengapresiasi meningkatnya temuan jumlah warga yang mengidap TB. Itu artinya, setiap kader kesehatan di setiap kelurahan di Kota Cilegon telah bekerja nyata di lapangan. Upaya penemuan sangat baik. Ini salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan. Kita berharap di semua kelurahan di Cilegon dapat terbebas dari penyakit menular TB ini,” tuturnya. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG-20170221-WA0002

Sering Banjir, Warga Kubangsari Keluhkan Penyempitan Gorong-Gorong

IMG-20170311-WA0001

Lantik DPC dan Ranting, Partai Berkarya Targetkan 8 Kursi DPRD Cilegon

Related posts
Your comment?
Leave a Reply