Tetap Dirazia, Pemilik Kontrakan Warga Asing Sempat Catut Nama Walikota

4 bulan yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG-20170317-00507

CILEGON, BCO - Sweeping yang dilakukan petugas dari Kelurahan Kota Bumi dan Kecamatan Purwakarta pada warga negara asing (WNA) yang diduga tidak memiliki legalitas dokumen di kontrakan lingkungan Damkar, sempat terhambat oleh pemilik kontrakan yang berlokasi di jalan Gunung Gede, Rt 03/Rw 06, lingkungan Damkar, Jumat 17 Maret 2017 malam.

Pemilik kontrakan yang diketahui bernama Hj Embut tersebut sempat beberapa kali menghambat kerja petugas kelurahan yang akan mendata WNA yang diduga berasal dari negara Tiongkok tersebut dengan berbagai macam alasan.

Hj Embut yang tampak terdesak dengan pertanyaan petugas mengatakan bahwa seluruh dokumen dari WNA yang tinggal di kontrakan miliknya ada di PT Artas Energy Petrogas tempat bekerja para WNA.

Ketika ditanya petugas dari pihak Kelurahan Kota Bumi dan Kecamatan Purwakarta, siapa yang dapat dihubungi di PT Artas Energy Petrogas, pemilik kontrakan tempat tinggal WNA tersebut mengatakan salah seorang Manajer HRD PT Artas Energy Petrogas bernama Imam yang katanya merupakan salah satu keluarga dari Walikota Cilegon, Dr Tb Iman Ariyadi.

“Makanya saya mau telepon dulu ke sana (pihak manajemen PT Artas Energy Petrogas). Sebenarnya waktu itu, urusannya sama pak Imam, HRD Manajernya. Pak Imam itu, belum seminggu meninggal gitu, makanya ini diurus lagi gak ngerti sama anak buahnya. (Pak Imam) meninggalnya di Cilegon, istrinya masih saudaranya pak walikota (Cilegon). Ini pak Imam itu meninggal, bapak tahu pak Imam meninggal? pak Imam itu saudaranya walikota, istrinya. Pak imam itu HRD nya PT Artas,” katanya.

Petugas yang melakukan pendataan tidak langsung percaya dan menunggu pemilik kontrakan tersebut untuk menghubungi pihak PT Artas Energy Petrogas selaku penanggung jawab WNA yang tinggal di kontrakannya untuk datang malam itu juga, namun tidak ada jawaban dari pemilik kontrakan tersebut.

Selain menghadapi pemilik kontrakan yang kurang kooperatif terhadap petugas Kelurahan Kota Bumi dan Kecamatan Purwakarta yang akan melakukan pendataan kepada WNA tersebut, kendala komunikasi bahasa juga jadi permasalahan lain dikarenakan WNA yang bekerja di PT Artas Energy Petrogas tersebut tidak dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris yang seharusnya menjadi acuan setiap WNA yang akan bekerja ke luar negeri.

Sekretaris Camat Purwakarta, Wawan Ikhwani yang ikut dalam sweeping WNA tersebut mengatakan tidak mempercayai sepenuhnya terhadap apa yang dikatakan pemilik kontrakan tersebut, terlebih ketika pemilik kontrakan tersebut mencatut nama Walikota Cilegon.

“Saya pikir itu oknum. Siapa pun namanya yang atas nama PT Artas (disebut sebagai) keluarga dari walikota, saya berkeyakinan oknum. Sudah biasa itu malah, kalau terdesak yah senjatanya bawa nama walikota, sudah terbaca sama saya. Tapi saya berkeyakinan pula bahwa walikota tidak akan mentolerir siapa pun itu kalau tidak konstitusional, engga bakalan didukung walaupun nyebut adiknya walikota sekalipun,” katanya.

Wawan juga menegaskan, pihak Kelurahan Kota Bumi dan Kecamatan Purwakarta akan dengan tegas melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku apabila WNA tersebut tidak memiliki legalitas dokumen yang diperlukan selama tinggal di wilayahnya.

“Kita akan pantau terus, karena ini masih dalam proses pendataan, kalau menyalahi silahkan keluar. Kalau mereka mengaku ada yah coba tunjukkan. Kami sih inginnya secepatnya, karena ini sudah kesekian kali ditegur oleh pak Rt, pak Rw. Saya tadi sudah beritahukan kepada mereka (WNA dan pemilik kontrakan). Kita kasih batas waktu PT Artas besok (Senin 20 Maret 2017) berkordinasi dengan Kelurahan Kotabumi, kalau sampai juga belum, nanti kami akan laporkan ke Disnaker, Kepolisian, ke Imigrasi, ke pemerintah kota, untuk melakukan tindakan apa yang harus kita lakukan, karena kami juga tidak mau mengambil langkah sendiri tanpa ada arahan dari pimpinan,” tegasnya.

Ditemui di tempat sama, Sekretaris Lurah Kota Bumi, Mulyadi mengatakan pihak kelurahan ke depan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan WNA yang tinggal di wilayahnya. Pihaknya mengatakan terus melakukan koordinasi kepada setiap Rt/Rw yang berada di kelurahannya untuk segera melaporkan apabila ditemui ada WNA yang tinggal di lingkungannya.

“Pihak kelurahan sudah sering mengingatkan, bahkan kami mengirimkan surat kepada setiap pemilik kontrakan atau tempat kost yang ada di wilayah Kelurahan Kota Bumi, untuk segera menginformasikan dan melaporkan apabila ada warga negara asing yang tinggal di kontrakannya. Kalau saya lihat tadi itu yang punya rumah seolah-olah kaya yang menghalangi, tarik ulur, kaya ping pong ke sana ke sini, tapi pada dasarnya kita memang harus aktif dan intens untuk kegiatan ini, dan akan terus saya lakukan intens biar ada keselarasan antara pihak kelurahan dengan warga yang ada di wilayah Kelurahan Kota Bumi,” katanya. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG-20170317-00511

WNA Tiongkok Tak Punya Dokumen, Kelurahan Rekomendasikan Deportasi

FB_IMG_1489993399300

Permudah Mitra Binaan, PT KS Kerjasama dengan BRI dan Mandiri

Related posts
Your comment?
Leave a Reply