Segera Dibuatkan Perwal, Pemkot Cilegon Akan Kembali Panggil Manajemen Gojek Pada Senin

4 minggu yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG20171020154431

CILEGON, BCO - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan kembali memanggil pihak manajemen PT Gojek dan perwakilan ojek pangkalan (Opang) untuk duduk bersama pada Senin 23 Oktober 2017 untuk membahas permasalah yang belakangan muncul akibat konflik antara driver Gojek dan opang.

“Hari senin besok kami mengundang PT Gojek dan ojek pangkalan untuk melakukan satu rumusan bersama bagaimana solusi terbaik,” kata Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Cilegon Bayu Panatagama di ruang kerjanya, Jumat 20 Oktober 2017.

Bayu mengatakan, potensi konflik yang terjadi antara driver Gojek dan opang belakangan ini semakin menjadi, jika hal tersebut tidak segera disikapi dengan baik, dikhawatirkan akan muncul potensi konflik yang lebih besar.

“Ini potensi konflik yang tidak boleh didiamkan, suka tidak suka bahwa itu sudah terjadi, ini belum besar, tapi potensinya cukup besar. Dari data yang kami dapat ada sekitar 36 pangkalan ojek di Cilegon dengan jumlah driver sebanyak 879, sedangkan driver Gojek sampai saat ini kita belum mengetahui pasti jumlahnya ada berapa. Yang kami khawatirkan, kalau jumlahnya sudah sama-sama banyak, ini akan terjadi bentrok,” ujar Bayu.

Selain itu, Bayu juga menjelaskan, untuk menyikapi hal tersebut, pihak Pemkot Cilegon akan segera membuat Peraturan Walikota (Perwal) guna mengatur regulasi kendaraan roda dua sebagai alat transportasi alternatif angkutan umum, dimana dasar dari Perwal tersebut adalah surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perhubungan Darat nomor AJ.206/1/1/DRJD/2017 tertanggal 5 April 2017 tentang pengaturan penyelenggaraan sepeda motor yang dimaksudkan kendaraan roda dua yang dijadikan alat transportasi alternatif angkutan umum.

“Surat edaran ini akan kami tindaklanjuti, langkahnya adalah amanah ini pemerintah daerah akan membuat regulasi melalui Perwal atau keputusan walikota yang mengatur tentang pengaturan penyelenggaraan sepeda motor. Selain itu kita juga nantinya akan mengacu kepada UU (undang-undang) 23 tahun 2014 tentang kewajiban pemerintah daerah menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat, ditambah dengan keputusan kementerian dalam negeri dan kapolri tentang aturan bersama mengatur tentang ketertiban dan keamanan masyarakat,” tuturnya.

Namun, sebelum Perwal tersebut dibuat, Bayu mengatakan pihak Pemkot Cilegon telah menyiapkan rancangan kesepakatan bersama (MoU) untuk manajemen PT Gojek dan perwakilan Opang guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebelum Perwal jadi, karena ini pergerakannya masif, maka kita gunakan Mou dulu untuk mengantisipasi, meminimalisir terjadinya konflik (antara driver Gojek dan Opang), kami coba merancang ada 7 item, nanti kita tawarkan,” katanya.

Dengan 4 kali rapat pertemuan yang dilakukan Pemkot Cilegon dalam menyikapi konflik yang terjadi antara driver Gojek dan Opang, Bayu juga mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika pada pertemuan Senin besok pihak manajemen PT Gojek kembali tidak hadir.

“Kalau Senin besok engga hadir lagi, yah kita (Pemkot) akan mengambil tindakan tegas, untuk sementara agar Gojek tidak beroperasi di Cilegon sampai ada regulasi dan ijin yang jelas,” pungkas Bayu. []

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG20171020154431

Ada Surat Ederan Kemenhub Tentang Pengaturan Penyelenggaraan Sepeda Motor, Dishub Cilegon Dinilai Tidak Cepat Tanggap

IMG20171022141229

Pelantikan Pengurus FPD, Pemuda Diharap Bisa Gali Potensi dan Kreatifitas

Related posts
Your comment?
Leave a Reply