Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai Indikasi Keberhasilan Pembangunan Kota Cilegon

5 bulan yang lalu Redaksi BCO 0 respond
bappeda-1

Aula Bappeda Cilegon – Selasa, 17 Oktober 2016

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Cilegon menyelenggarakan publikasi indeks pembangunan manusia (IPM) yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kota Cilegon.

Acara publikasi IPM yang dipimpin langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Hj. Dra. Ratu Ati Marliati, MM bertujuan untuk memberikan gambaran pencapaian IPM Kota Cilegon sebagai salah satu indikator yang cukup holistik menjelaskan perkembangan pembangunan secara makro kepada aparatur pemerintah Kota Cilegon. IPM diharapkan dapat menjelaskan kondisi masyarakat Kota Cilegon dari aspek sosio-ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Karenanya, IPM dijadikan salah satu indikator makro pembangunan utama untuk mengukur kinerja dan keberhasilan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon Tahun 2016-2021 secara keseluruhan.

bappeda-2Dalam kapasitasnya yang juga sebagai kepala Bappeda Kota Cilegon, Hj. Dra. Ratu Ati Marliati, MM menuturkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks yang dibangun dari tiga komponen ‘penilai’ kualitas sumber daya manusia, yaitu Indeks Angka Harapan Hidup, Indeks Tingkat Pendidikan dan Indeks Pendapatan/Daya Beli Penduduk). Jika ketiga komponen tersebut memiliki kualitas yang baik, maka harapannya kualitas dan derajat kehidupan manusianya memiliki kualitas yang baik pula. Secara ringkas, substansi 3 komponen pembentuk IPM sebagai berikut :

  1. Indeks Angka Harapan Hidup atau biasa disebut indeks kesehatan merepresentasikan derajat kesehatan masyarakat dengan mengukur rata-rata usia hidup masyarakat. Rata-rata usia hidup yang semakin panjang mengindikasikan bahwa masyarakat telah mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang memadai, kualitas lingkungan yang sehat, serta mengadopsi pola atau gaya hidup sehat. Indikator ini merupakan tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam menggulirkan program-program pembangunan diantaranya bidang kesehatan, ketahanan pangan dan kualitas lingkungan hidup.
  2. Indeks Pendidikan merupakan salah satu alat ukur untuk melihat impact dari rangkaian pembangunan di sektor pendidikan, yaitu upaya-upaya pemerintah dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang merata, terjangkau, bermutu dan kompetitif bagi masyarakat. Kota Cilegon memberikan perhatian lebih pada sektor pendidikan dengan mengalokasikan 20 % dari pendapatan daerah untuk pembangunan di bidang pendidikan.
  3. Indeks Daya Beli merupakan indikator yang tidak kalah penting karena merupakan salah satu faktor peninjang ketercapaian dua indeks lainnya yang telah saya sebutkan (pendidikan dan kesehatan). Tanpa kemampuan daya beli yang memadai, maka “pilihan” masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan dan lainnya akan sangat minim. Besarnya Daya Beli menunjukan tingkat kemampuan konsumsi penduduk untuk memenuhi kebutuhannya. Secara sederhana, semakin besar daya beli, mengindikasikan kesejahteraan penduduk semakin membaik.

Plt. Sekda Kota Cilegon juga menegaskan bahwa IPM merupakan salah satu indikator utama dalam rencana pembangunan jangka menengah Kota Cilegon Tahun 2016-2021. Dengan memahami kondisi dan perkembangan pembangunan Kota Cilegon secara makro yang direpresentasikan oleh indikator IPM, diharapkan jajaran aparatur pemerintah, terutama para pemangku kebijakan publik dapat mengevaluasi program pembangunan serta terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kota Cilegon yang lebih baik.

Kepala BPS menekankan bahwa pencapaian IPM di Kota Cilegon terfokus pada indeks komposit …………….. Adapun Provinsi Banten IPM Kota Cilegon berada di posisi tertinggi ke-3 setelah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan

bappeda-3Secara umum, capaian IPM Kota Cilegon selalu membaik dalam 6 tahun terakhir dan telah mencapai level kategori “tinggi” (rentang 70 hingg 80) dalam interval klasifikasi IPM nasional. Jika mengerucut pada sektor tertentu, maka dalam 6 tahun terakhir perkembangan komponen IPM yang paling signifikan adalah dari aspek pendidikan. Indeks pendidikan di Kota Cilegon mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan dengan aspek lainnya, terutama dikarenakan berbagai intervensi pemerintah yang sangat signifikan untuk mendorong cakupan dan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat seperti sekolah gratis hingga tingkat SMA, beasiswa untuk rumah tangga sasaran, dan lain sebagainya. (ADV)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
rakata

Bumi Rakata Asri, Where Home is Really Home

muktamar-al-khairiyah

Hijab Fashion Show Muktamar Al-Khairiyah Berlangsung Meriah

Related posts
Your comment?
Leave a Reply