Peringati May Day; Buruh Soroti Union Busting di Krakatau Posco

3 bulan yang lalu Zainal Takin 0 respond
images

CILEGON, BCO - Peringati hari buruh se-dunia (May Day), ribuan buruh se-Kota Cilegon turun kejalan dan melakukan orasi di depan Kantor Walikota Cilegon, Senin 1 Mei 2017.

Pada peringatan May Day tersebut ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja yang ada di Kota Cilegon menuntut kepada pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan buruh dan kebebasan berserikat untuk para buruh.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan dan Umum (F-SPKEP), Rudi Sahrudin mengatakan selain kesejahteraan untuk para buruh, permasalahan yang sedang disoroti oleh sejumlah serikat pekerja di Kota Cilegon adalah terkait dengan pemberangusan serikat buruh atau yang lebih dikenal dengan Union Busting yang dilakukan oleh perusahaan, salah satunya dengan upaya melakukan PHK secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

“Momen (May Day ini) untuk kita tuntutan terhadap permasalah para buruh. Banyak sebetulnya yang dikeluhkan para buruh, yang sedang marak saat ini adalah mengenai union busting. Banyak juga PHK di Kota Cilegon yang engga jelas, karena PHK mereka ini keterkaitan dengan serikat pekerja. Sudah kita sampaikan kepada pihak terkait mengenai hukumnya yang terkait pelanggaran pidananya itu minta kita untuk pengawalan tentang tindak pidananya, karena yang kita monitoring keras ini terhadap pengawasan yang punya kewenangan untuk mem-BAP dari pada perusahaan yang melanggar tentang keterkaitan pidananya itu,” katanya.

_20170502_092517

Rudi mengatakan sesuai dengan Undang Undang nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, setiap pekerja atau buruh memiliki kebebasan untuk berserikat dan tidak ada satu pun perusahaan yang dapat melarang. Saat ini menurut Rudi, hanya PT Krakatau Posco (PTKP) yang tengah menjadi sorotan terkait dengan Union Busting.

“Permainannya halus mereka itu. Begitu berdiri serikat, ada intimidasi dari perusahaan. Terutama yang paling ini itu KS Posco (PTKP), kalau kita lihat yah mereka itu anti serikat Korea itu, jadi setiap ada berdiri serikat di situ sudah bubar lagi. Nah, ini yang akan kita kejar sebetulnya. Kan kebebasan berserikat udah jelas di undang-undang nomor 21 tahun 2000, siapa pun tidak boleh menghalang-halangi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Cilegon, Dr Tb Iman Ariyadi mengatakan akan memanggil pihak manajemen untuk membicarakan seluruh tuntutan para buruh terutama terkait dengan kesejahteraan buruh soal upah minimum sektoral kota (UMSK) dan union busting.

“Makanya nanti mau kita undang, mungkin minggu depan akan kita undang, kita bicarakan soal union busting dan soal UMSK, jalan keluarnya, harus ada solusi,” katanya. []

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Walikota Bersama Para Pejabat dan Pendekar Dalam Acara Golok Day Festival 2017.

IPSI Pusat Dukung Golok Day Jadi Event Internasional

IMG-20170504-00773

Adakan Pelatihan Keterampilan, Kelurahan Kotabumi Ingin Warga dan Kader Berwirausaha

Related posts
Your comment?
Leave a Reply