Peringati Maulid Nabi, Warga Terate Udik Wetan Adakan Dzikir dan Hiasi 27 Panjang Mulud

1 minggu yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG20171203125158

CILEGON, BCO - Warga Lingkungan Terate Udik Wetan Rt 01, Rw 02, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang peringati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) dengan dzikir dan menghias panjang yang diadakan di Masjid Nurul Falah, Minggu 3 Desember 2017.

Tokoh masyarakat Lingkungan Terate Udik Wetan, Zaenal Mutaqin mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan dzikir dan menghias panjang tersebut merupakan sebuah tradisi yang sampai saat ini tetap dipertahankan oleh masyarakat.

“Semenjak kami belum lahir tradisi ini sudah ada. Sebagai bagian dari sebuah ibadah, maka setiap tahunnya kami memperingatinya sebagai salah satu bentuk mengagungkan rasulallah SAW. Kami biasa mengadakan sholawatan atau yang lebih dikenal dengan dzikir maulid dan menghias berbagai hiasan panjang berbentuk perahu, masjid dan binatang lainnya,” kata Zaenal saat ditemui disela acara.

Zaenal juga menuturkan, dzikir dianggap sebagai bagain dari mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Sebab, yang dibaca adalah shalawat nabi. Sementara panjang maulid merupakan bagian dari sedekah yang diberikan oleh warga untuk dibagikan kepada warga masyarakat lainnya.

“Sekalipun banyak versi tentang peringatan Nabi. Kami memahaminya sebagai bagian dari ibadah karena ada dzikir dan sedekah didalamnya. Hal ini juga sudah lama dilakukan dari semenjak dulu oleh para ulama dan orang tua terdahulu, khususnya di Lingkungan Terate,” tuturnya.

Sementara itu, ketua pelaksana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Terate Udik Wetan, Rafiudin mengungkapkan, ratusan pedzikir dari Lingkungan Terate Udik Kulon, Kelurahan Masigit dan Lingkungan Kubang Laban, Kelurahan Panggungrawi hadir dalam acara tersebut, serta ada sebanyak 27 panjang yang dibuat oleh warga untuk menghiasi peringatan Maulid tersebut.

“Jumlah panjangnya dari tahun ketahun semakin bertambah, jika pada tahun lalu hanya 25 warga yang mengeluarkan, sekarang ada 27 warga yang mengeluarkan dan menghias panjang. Sementara untuk pedzikir kurang lebih ada sekitar 150 warga Lingkungan Terate Udik Kulon dan 70 orang dari pedzikir Lingkungan Kubang Laban,” ungkapnya.

IMG20171203125345

Diterangkan Rafiudin, dzikir yang dilakukan merupakan bentuk silaturahmi antar lingkungan. Sebab, biasanya peringatan dilakukan dan dibagi-bagi waktu pelaksanaannya, sehingga para pedzikir bisa bergantian untuk melakukan dzikir dari satu lingkungan kepada lingkungan lainnya.

“Kami biasanya melakukan di pekan kedua bulan Rabiul Awwal dan waktunya sudah dibagi, sehingga kami bisa bergiliran dengan lingkungan lainnya. Untuk sekarang kami menjadi tuan rumah dan besok kami menjadi tamu pedizikir,” ujarnya.

Khairullah salah satu warga RT 01, RW 02, Lingkungan Terate Udik Wetan, Kelurahan Masigit yang membuat panjang menjelaskan, membutuhkan waktu satu hari untuk membuat panjang berbentuk perahu. Sementara untuk biaya sendiri hampir mencapai 2 sampai 3 juta untuk isi dan pembuatan panjang.

“Kalau perahu atau masjid biasa paling satu hari selesai. Namun jika membuat binatang bisa sampai tiga hari. Untuk isinya kurang lebih 2 juataan. Karena sudah tradisi dan juga sekaligus bagian dari sedekah maka setiap tahunnya pasti membuat panjang,” jelasnya. []

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG20171128093957

Deklarasikan Gerakan Bebasan, Kamis Jadi Hari Berbahasa Jawa Cilegon

IMG-20171206-WA0030

Tingkatkan Daya Saing Pengusaha, Japnas Sinergi Dengan Perbankan dan Pemerintah

Related posts
Your comment?
Leave a Reply