Panggil PT Indorama Petrochemical, DLH Merasa Kecewa Atas Laporan Manajemen

2 minggu yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG_20180103_165641

CILEGON, BCO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon merasa kecewa atas laporan manajemen PT Indorama Petrochemical dalam pemanggilan atas kejadian semburan bubuk material putih atau Purified Terephthalic Acid (PTA) yang menghujani pemukiman warga di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan yang terjadi pada pekan lalu (29 Desember 2017).

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Kota Cilegon, Edi Suhadi mengatakan kedatangan manajemen PT Indorama Petrochemical dalam pemanggilan tersebut hanya dilaporkan secara lisan oleh pihak perusahaan, dimana pihak PT Indorama Chemical mengaku Purified Terephthalic Acid (PTA) yang menyembur dalam insiden beberapa waktu lalu itu merupakan bubuk material jadi untuk pembuatan benang, plastik dan sejenisnya dan bukan material kimia.

“Bukan hanya persoalan teknis, kami meminta PT Indorama itu mengidentifikasi dan mendata berapa banyak warga atau KK (Kepala Keluarga) yang terdampak. Kami tidak mau (laporan disampaikan) lisan seperti ini. Yang kami inginkan, laporan secara teknis, non teknis dan secara tertulis supaya kita juga bisa menyampaikan informasi yang jelas ke media dan masyarakat bagaimana sampai terjadi semburan itu. Minimal dalam laporan itu ada upaya antisipasi kalau terjadi human error ataupun kegagalan teknologi,” kata Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 3 Januari 2018.

Edi juga mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut, DLH Kota Cilegon menyarankan PT Indorama Petrochemical untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pabrik yang terdampak kejadian tersebut, serta untuk segera merevisi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL) yang selama ini dikantongi perusahaan dikarenakan adanya beberapa kegiatan yang tidak dimuat dalam dokumen tersebut.

“Kalau sampai ada keluhan kesehatan yang dialami masyarakat (akibat dampak semburan PTA) dan harus ke rumah sakit, ya itu adalah konsekuensi logis yang harus ditanggung Indorama sampai tuntas. Indorama juga harus menyosialisasikan ke masyarakat, kenapa ada kejadian itu. Kami pun menyarankan Indorama untuk merevisi UKL/UPL, karena ada beberapa kegiatan yang tidak dimuat dalam dokumen itu,” ucapnya.

Sementara itu Human Resources and Coorporate Affair (HR & CA) PT Indorama Petrochemical, Malim Hander Joni mengaku sejauh ini meskipun tidak langsung melibatkan banyak warga, pihak perusahaan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak atas kejadian tersebut, hingga menerjunkan tim medis.

“Sebenarnya bukan direvisi ya, konotasinya negatif, tapi kita siap update (UKL/UPL) karena ada PP (Peraturan Pemerintah) yang baru. Kita membuat UKL/UPL sebelumnya tidak detail. Pasti kita kerjakan. Jadi kalau bentuk pelaporan di UKL/UPL yang lama itu hanya alur proses sederhana, sekarang tidak. Di bagian ini ada apa saja, nanti kalau terjadi begini, bagaimana, jadi lebih detail lah,” katanya. []

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG20180103090413

Tinjau Imunisasi di Puskesmas Cibeber, Dandim Cilegon Ajak Masyarakat Ikut Imunisasi Difteri

IMG-20180103-WA0010

Penyegaran Pengurus Rt/Rw, Kelurahan Sukmajaya Serahkan Pemilihan Kepada Warga

Related posts
Your comment?
Leave a Reply