KPK Perpanjang Masa Tahanan Walikota Cilegon Nonaktif Selama 40 Hari

5 hari yang lalu Zainal Takin 0 respond
Dokumentasi Google
Dokumentasi Google

Jakarta, BCO - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjangan masa penahanan Walikota Cilegon Nonaktif Tb Iman Ariyadi yang menjadi tersangka kasus dugaan suap izin analisis
mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan Transmart Cilegon.

Selain Tb Iman, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya dalam kasus ini, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira, Proyek Manajer PT Brantas Abipraya Bayu Dwinata Utama, dan Hendy selaku pihak swasta.

“Perpanjangan penahanan untuk tersangka dugaan suap terkait dengan pengurusan perijinan pembangunan Mall Transmart di Cilegon selama 40 hari,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Diketahui, Tb Iman, Hendy, dan Ahmad Dita Prawira diduga menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar dari dua perusahaan yakni PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC) dan PT Brantas Abipraya (PT BA) untuk memuluskan perizinan Amdal Transmart yang akan dibangun di atas lahan milik PT KIEC di Lapangan Sumampir.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tersangka lainnya Bayu Dwinanto Utomo, Legal Manager PT Krakatau Industrial Cilegon (PT KIEC), Eka Wandoro Dahlan; serta Direktur Utama PT KIEC, ‎Tubagus Dony Sugihmukti. [Redaksi/Net]

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG_20171012_145137

Bagikan Jaket di Samangraya, PTKP Ingin Opang Semangat dan Bersaing Secara Kompetitif Dengan Ojek Online

IMG20171016111734

Dinkes Targetkan Puskesmas di Cilegon Terakreditasi Tahun Depan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply