Keterwakilan Perempuan Cilegon Dalam Politik Masih Rendah

10 bulan yang lalu Iip Djulianto 0 respond
IMG_20160829_212938903

CILEGON, BCO – Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) melalui Bidang Kesetaraan dan Keadilan Gender menggelar workshop keterwakilan wanita dalam pembangunan, dengan pembahasan yang lebih spesifik terkait dengan keterwakilan perempuan dalam dunia politik.

Workshop kali ini diikuti sebanyak 140 orang yang mewakili organisasi wanita dan masyarakat umum, dan bertempat di Aula Convention Hall Cilegon Plaza Mandiri, Senin 29 Agustus 2016.

Kabid Kesetaraan dan Keadilan Gender pada BKBPP Kota Cilegon, Ikoh Atikoh mengatakan, tujuan di laksanakannya workshop tersebut untuk memberikan pehaman dan meningkatkan kemampuan perempuan dalam bidang politik, baik politik langsung maupun politik tidak langsung. Terutama terkait dengan perwakilan perempuan yang duduk di legislatif.

“Memang keterwakilan perempuan dalam pembangunan itu kan banyak, bisa dari sisi apapun, tapi disini yang kita bahas lebih spesifik dari sisi politiknya. Karena memang di Cilegon capaian 30% itu kan belum tercapai yah baru sekitar 14% perempuan yang menjadi legislatif,” ujar Ikoh kepada wartawan disela-sela acara berlangsung.

“Tujuan dari acara ini yang paling penting tujuan utamanya adalah perempuan bisa mendapat kesempatan untuk mewakili kepentingan perempuan sendiri di dalam partai, dan juga syukur-syukur bisa menjadi legislatif. Nanti hasil dari pelatihan ini dapat membentuk karakter-karakter dari perempuan,” kata Ikoh.

Menurut Ikoh Atikoh, beberapa faktor yang menyebabkan keterwakilan perempuan yang duduk di legislatif Kota Cilegon belum mencapai 30 persen, diantaranya adalah potensi diri dan kualitas SDM dari perempuan yang belum memadai dalam hal politik.

“Potensi diri dan kualitas SDM dari masing-masing itulah. Makanya kita mengadakan workshop ini agar supaya mereka memahami, meningkatkan pengetahuan mereka di dalam berpolitik. Memahami perkembangan politik oke, dan memahami potensi diri, apakah memang saya layak untuk kesitu,” ujar Ikoh.

Kedepannya, Ikoh berharap pada Pemilu Legislatif 2019 yang akan datang, keterwakilan 30 persen perempuan dalam anggota legislatif bisa tercapai.

“Saya berharap begitu, jadi artinya yang ada ini memahami politik, bisa jadi dia memahami politik dalam pengertian dia mencoblos saja, tapi yang dia pilih perempuan supaya bisa mewakili perempuan,” katanya. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
bawaslu-banten

Bawaslu: Pilgub Banten Rawan Kecurangan

_IMG_000000_000000

Camat Jombang Lebih Pilih Naik Motor Bahkan Sepeda untuk Memantau Kondisi Masyarakat

Related posts
Your comment?
Leave a Reply