Kesbanglinmas Cilegon Undang Lurah dan RT/RW, Bahas Kerukunan Umat Beragama

10 bulan yang lalu Iip Djulianto 0 respond
Pembinaan RT/RW se Kota Cilegon oleh Kesbanglinmas.
Pembinaan RT/RW se Kota Cilegon oleh Kesbanglinmas.

CILEGON, BCO - Dengan mengusung tema ‘Implementasi Kerukunan Umat Beragama Guna Mendukung Pembangunan di Kota Cilegon’, Badan Kesbanglinmas Kota Cilegon menggelar acara pembinaan peningkatan kerukunan dalam kehidupan beragama di Convention Hall Plaza Cilegon Mandiri, Senin 17 Oktober 2016.

Kepala Bidang (Kabid) Wasbang pada Kesbanglinmas Kota Cilegon, Bayu Panatagama mengatakan, acara tersebut diadakan pada setiap tahunnya, namun pada tahun ini pelaksanaan acara tersebut lebih melihat kepada konstelasi yang terjadi di DKI Jakarta dengan berkembangnya isu SARA dalam pemberitaan yang kemudian merambah ke daerah-daerah.

“Momennya kami juga melihat konstalasi yang terjadi di DKI Jakarta, ketika hiruk pikuk persoalan isu SARA, kita tahu dari beberapa berita di media, konstalasi ini merambah kebeberapa daerah-daerah lain. Untuk itu kami di Cilegon mencoba untuk melakukan langkah-langkah strategis,” kata Bayu.

Dalam acara tersebut, Bayu mengatakan mengundang leading sektor terdepan di masyarakat diantaranya adalah pihak kelurahan dan RT, RW yang ada di Kota Cilegon untuk memberikan pemahaman terkait dengan bagaimana melakukan langkah-langkah efektif dalam menangani masalah terkait dengan kerukunan antar umat beragama.

Narasumber yang dihadirkan dari Foum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama, Kepolisian, dan Kesbanglinmas.

“Kami melaksanakan kegiatan ini dengan mengundang 43 kelurahan dan juga RT/RW, karena mereka supaya paham bagaimana melakukan langkah-langkah prefentif ketika kemudian hal-hal yang terjadi dalam persoalan kerukunan umat beragama ini agar efektif, bagaimana cara manajemen pengelolaan konflik, jika konflik itu terjadi, maka langkah-langkah tepat yang harus dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Bayu juga menuturkan, dalam kegiatan tersebut membahas terkait dengan implementasi dari surat keputusan bersama (SKB) dari Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, nomor : 3 tahun 2008, nomor : KEP-033/A/JA/6/2008, dan nomor : 199 tahun 2008, tentang peringatan dan perintah kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dan warga masyarakat, yang didalamnya membahas tentang tata cara pelaksanaan perijinan rumah ibadah dan pelaksanaan peribadatan itu sendiri.

“Ini sudah lama dilupakan, peraturan ini dilupakan. Kalaupun terjadi konflik terkait kerukunan umat beragama semuanya sudah diatur didalam sini, semua ada aturan dan tatacaranya, bagaimana pola manajemennya dan bagaimana menyelesaikan persoalan itu, ini yang penting. Kalau lurah atau camat sebagai leading sektor di masyarakat mempedomani ini, semua akan kondusif,” pungkas Bayu. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Lubang jalan ditanami pohon di Jalan DI Pandjaitan, Kota Cilegon / Dok

Warga Keluhkan Lubang Menganga di Jalan DI Pandjaitan – Cilegon

rakata

Bumi Rakata Asri, Where Home is Really Home

Related posts
Your comment?
Leave a Reply