Keluhkan Banjir, Warga Kotasari Desak PT MMS

5 bulan yang lalu Zainal Takin 0 respond
IMG_20170301_184319

CILEGON, BCO - Masyarakat di Kelurahan Kotasari keluhkan banjir yang kerap terjadi di daerahnya, hal tersebut dikarenakan adanya pendangkalan dan penyempitan gorong-gorong di wilayah Kelurahan Kotasari, terutama di sepanjang jalan tol Merak. Jika hujan turun, air akan meluap ke jalan dan membanjiri pemukiman warga.

Dalam rapat bersama yang dilakukan oleh pihak Kelurahan Kotasari dengan masyarakat, dan instansi terkait diantaranya PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola jalan tol dan pengembang perumahan Laguna beserta pihak kecamatan dan anggota DPRD Kota Cilegon, yang diadakan di Aula Kelurahan Kotasari, Rabu 1 Maret 2017, Ketua Rt 08, Lingkungan Ciore Waseh, Kelurahan Kotasari, Maksum, menuntut pihak MMS, untuk membuat komitmen kapan pengerukan sungai yang dangkal akan dilaksanakan.

“Kami hanya menuntut komitmen kepada MMS, kapan akan dilaksanakan pengerukan sungai yang sudah dangkal, juga gorong-gorong yang melintasi wilayah kami dan jalan Tol Merak, terjadi penyempitan dan pendangkalan, sehingga jika hujan turun, air akan meluap ke jalan dan membajiri pemukiman warga. Warga sudah bosan mengusulkan agar sungai tersebut di normalisasi, namun tidak ada tanggapan dari pihak MMS,” katanya.

Hal senada juga disampaikan salah satu warga kelurahan Kotasari yang juga kepala MAN 2 Cilegon Munirudin bahwa pihaknya juga menuntut kepada pihak MMS, kapan akan dilaksanakan pengerukan sungai tersebut.

“Tidak hanya kepada pihak MMS saja, kami juga menuntut kepada Laguna selaku pihak pengembang perumahan dan dtake holder yang berada di wilayah Kotasari untuk bersama-sama menanggulangi banjir di wilayah Kelurahan Kotasari,” ujarnya.

Sementara itu, supervisor pemeliharaan PT.MMS, Agung Lu, yang ditemui di tempat yang sama mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengagendakan perawatan di sepanjang jalur tol Ciujung-Merak.

“Terkait tuntutan warga yang menginginkan adanya normalisasi gorong-gorong di sepanjang pintu tol Cilegon Barat, pihak kami akan mengagendakan pada minggu-minggu ini,” katanya.

Di tempat yg sama, Lurah Kotasari, Deni Yuliandi, mengaku bahwa rapat ini dilaksanakan atas dasar usulan masyarakat, dikarenakan saat ini masyarakat di sibukaan dengan banjir. Dimana Masayarakat cukup bosan dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang tidak membuahkan hasil.

“Dari hasil pertemuan kali ini, saya berharap ada tindak lanjutnya, jangan sebatas pertemuan saja. Kami juga akan menuntut pihak stake holder seperti PT MMS, PT Laguna, PT KIEC, PKBL, MKU, jika dalam waktu dekat tidak melakukan aksi penanganan banjir, karena hari ini telah disepakati bersama dengan membuat surat komitmen bersama yang di tandatangani bersama,” katanya.

Lurah Kotasari mengimbau, permasalahan banjir tidak hanya menjadi tanggungjawab dari satu pihak saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, asalkan semua pihak bisa duduk bersama, berbicara dengan tujuan yang sama, insha Allah semua akan dapat diselesaikan,” ujarnya. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
IMG-20170228-WA0015

Usai MTQ, Walikota Akan Fokus ke LPTQ Soal Pembinaan Generasi Qurani

_IMG_000000_000000

Puskesmas Pulomerak Raih Akreditasi Utama Kementerian Kesehatan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply