Kekhawatiran Akan Lowongan Pekerjaan di Kota Cilegon

11 bulan yang lalu Redaksi BCO 3 responds
KS

KEKHAWATIRAN AKAN LOWONGAN PEKERJAAN DI KOTA CILEGON
Oleh:
Erryn Mutiara Paramytha
(Mahasiswa S2 ITB)

CILEGON, BCO – Menurut David Colander, seorang Profesor di bidang Ekonomi, revolusi industri telah mengubah sifat dasar dari sebuah pekerjaan sehingga munculah istilah pengangguran sebagai salah satu masalah di masyarakat. Hal ini menjadi concern bagi suatu negara, juga suatu daerah. Di Indonesia sendiri, angka pengangguran hingga tahun 2016 ini mencapai tujuh juta penduduk. Berikut adalah data lengkap mengenai tenaga kerja di Indonesia:
_IMG_000000_000000
Angka pengangguran ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan ketika tahun 2012, dimana angka pengangguran mengalami penurunan hingga 0,8 juta atau 800 ribu penduduk. Di tahun 2016, penurunan yang cukup signifikan juga terjadi.

Namun demikian, dengan memiliki 7 juta penduduk pengangguran di Indonesia, ini tetap menjadi angka yang cukup tinggi. Menurut ekonom klasik, setiap individu haruslah bertanggungjawab atas pekerjaannya sendiri, sehingga disini, pengangguran bukanlah tanggungjawab dari pemerintah ataupun instansi lainnya. Namun berbeda dengan ekonom Keynesian yang menganggap bahwa suatu society ini bertanggungjawab memberikan pekerjaan yang setara dengan ilmu yang dimiliki oleh individu tersebut.

Melihat kasus yang kini tengah hangat di Kota Cilegon, yakni mengenai protes yang terjadi ketika PT Krakatau Steel yang sebelumnya melakukan perekrutan siswa SMK di luar Banten, maka dapat dilihat bahwa masyarakat menganut pola ekonomi Keynesian dimana semestinya pekerjaan disediakan oleh society.

Hal ini kemudian perlu dikatikan juga dengan arti sebenarnya dari tenaga kerja itu sendiri.Tenaga kerja, menurut Colander, adalah individu-individu di dalam suatu ekonomi yang ingin dan mampu untuk bekerja. Tenaga kerja tidak termasuk individu-individu yang tidak bisa bekerja dan tidak mencari pekerjaan.

PT Krakatau Steel sendiri pernah menyatakan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja akan lulusan SMK jurusan spesifik seperti jurusan pengecoran logam. Namun dilema yang dialami adalah, jurusan yang dibutuhkan oleh PT KS tersebut masih belum ada di wilayah Banten. Mungkin inilah sebabnya mengapa PT KS merekrut lulusan SMK dari luar Banten.

Untuk mengatasi dilema ini, ada baiknya apabila di kemudian hari, PT KS dan SMK di Cilegon bekerjasama untuk membuat suatu kurikulum yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memenuhi persyaratan dari PT KS. Jika masyarakat menuntut PT KS agar merekrut hanya dari Banten saja namun masyarakat tersebut tidak memiliki kemampuan yang mumpuni, maka ini akan menjadi sebuah masalah bagi perusahaan karena perusahaan tentu akan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit untuk mengadakan training dan workshop demi menciptakan sumber daya manusia yang memadai.

Selain itu, Cilegon, sebagai Kawasan Industri, juga perlu mengantisipasi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlaku mulai tahun 2016 ini. Tenaga kerja dari negara yang termasuk di ASEAN akan dengan mudah masuk ke Indonesia dan bersaing dengan tenaga kerja lokal dari Indonesia. Sehingga, masyarakat Indonesia perlu untuk meningkatkan kemampuannya agar bisa bersaing dengan penduduk lokal, juga dari penduduk luar negeri lainnya yang juga mencari pekerjaan di Indonesia. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
4/5 - 1
You need login to vote.
Kepala Dindik Cilegon Mukhtar Gozali saat mendampingi Wakil Walikota Cilegon meninjau pelaksanaan UN, Senin 9 Mei 2016.

Wakil Walikota: PT Krakatau Steel Bertanggungjawab Membina SMK di Cilegon

Kepala Dindik Cilegon Mukhtar Gozali saat mendampingi Wakil Walikota Cilegon meninjau pelaksanaan UN, Senin 9 Mei 2016.

7.709 Pelajar SLTP Cilegon Ikuti UN, Dihimbau Jangan Percaya Kunci Jawaban yang Beredar

Related posts
Leave a Reply