Disnaker: Perusahaan Bisa Rugikan Buruh, Jenis Pekerjaan PKWTT Justru Menggunakan PKWT

2 tahun yang lalu Redaksi BCO 6 responds
DISNAKER-CILEGON

CILEGON, BCO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mengingatkan kepada perusahaan untuk memahami jenis pekerjaan yang termasuk pada perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan mana jenis pekerjaan yang termasuk pada perjanjian untuk waktu tidak tertentu (PKWTT). Hal tersebut juga penting diketahui buruh karena berkaitan dengan hak-hak yang harus diterima sebagai tenaga kerja.

Demikian dikatakan Mustahal, Koordinator Pengawas Tenaga Kerja pada Disnaker Kota Cilegon di ruang kerjanya, Senin 3 Agustus 2015.

Mustahal yang didampingi Rahmatullah, Sekretaris Koordinator Pengawas Tenaga Kerja menjelaskan bahwa hal yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang menggunakan PKWT sudah sangat jelas tertuang dalam Pasal 59, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Banyak perusahaan yang salah memahami, jenis pekerjaan yang seharusnya menggunakan PKWTT ternyata pada pelaksanaannya menggunakan PKWT. Ini tentu saja merugikan buruh, karena dengan menggunakan PKWT, hak mereka untuk mendapatkan pesangon ketika diberhentikan menjadi hilang,” ujar Mustahal.

Dijelaskan, dalam Pasal 59 disebutkan bahwa PKWT hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:

a. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya; b. Pekerjaaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun; c. Pekerjaan yang bersifat musiman; atau d. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

“Dalam ayat (1) pasal 59 itu jelas boleh kontrak/ Tetapi dalam ayat (2) diterangkan bahwa PKWT tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Itu artinya jika pekerjaannya bersifat tetap, termasuk pada PKWTT yang melekat hak-hak kepada buruh seperti tertuang pada Pasal 156 dimana jika diputuskan hubungan kerjanya, perusahaan harus mengeluarkan pesangon,” katanya.

Rachmatullah menambahkan bahwa saat ini banyak perusahaan yang menggunakan PKWT terhadap pekerjaan yang seharusnya menggunakan PKWTT.

“Misalnya seorang teler di bank. Itu banyak yang menggunakan kontrak atau menjadi tenaga kerja kontrak. Padahal jenis pekerjaannya tidak ada batas waktu, artinya teler diperbankan dibutuhkan secara terus menerus. Begitu juga dengan jabatan HRD, administrasi, maintenance, operator dan sekuriti. Jenis pekerjaan tersebut tidak diperbolehkan dalam Undang-undang sebagai tenaga kerja kontrak,” ujar Rachmatullah.

Jika ada labour supply yang melakukan perjanjian pemborongan pekerjaan (PPP) dengan sebuah perusahaan penyedia jasa pekerjaan yang sifatnya terus menerus seperti sekuriti, kemudian masa kontrak dengan labour supply habis, sekuriti tersebut tetap harus dipekerjakan meski dengan labour supply yang lain. Jika di PHK, kata Rachmatullah, maka sekuriti tersebut harus mendapatkan pesangon, karena jenis pekerjaannya harus menggunakan PKWTT.

“Ada 5 jenis pekerjaan jasa buruh melalui labour supply yang menggunakan PKWTT, yakni cleaning cervice, catering, sekuriti, transportasi pekerja dan jasa penampung migas,” kata Rachmatullah.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon Erwin Harahap mengatakan bahwa hal yang berkaitan PKWT dan PKWTT itu perlu diketaui perusahaan dan buruh agar tidak ada lagi perselisihan ketenaga kerjaan yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Ini kami sampaikan agar perusahaan mengerti aturan perundang-undangannya, sehingga bisa menempatkan mana jenis pekerjaan yang cukup menggunakan PKWT dan mana yang seharusnya PKWTT. Ini penting karena berkaitan dengan hak yang diterima tenaga kerja,” ujar Erwin.

Pasal 59 UU 13/2003 ini disosialisasikan, kata Erwin, karena sejauh ini sejumlah perselisihan ketenagakerjaan dominan pada persoalan PKWT dan PKWTT.

Adapun bunyi Pasal 59, UU 13/2003 adalah:

(1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:

a. pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;

b. pekerjaaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;

c. pekerjaan yang bersifat musiman; atau

d. pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

(2) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.

(3) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang atau diperbaharui.

(4) Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.

(5) Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja/buruh yang bersangkutan.

(6) Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun.

(7) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) maka demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu.

(8) Hal-hal lain yang belum diatur dalam pasal ini akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri. (ADS)

 

DISNAKER-PKWTT

 

News Feed
Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
MGHZ

Muhtar Gozali: SPP Siswa Sekolah Negeri, MAN dan RTS di Swasta Ditanggung Pemkot Cilegon

Krakatau Steel / Net

Mujiono Katam Bungkam Terkait Dugaan Kolusi Rekrutmen PT KS

Related posts
Leave a Reply