BPTPM: Pemerintah Tak Pernah Beri Izin untuk ‘Dugem’ di Kalyana Mitta

1 tahun yang lalu Iip Djulianto 0 respond
IMG_20151124_191301299

CILEGON, BCO – Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon tidak pernah mengeluarkan izin terkait dengan klaim pemilik tempat hiburan Kalyana Mitta (KM) yang disebutkan mendapatkan izin penyelenggaraan dugem.

Hal tersebut disangkal oleh kepala BPTPM Kota Cilegon , Ahmad Dita Prawira yang ditemui diruang kerjanya, Senin 30 November 2015. Dirinya mengatakan, pemerintah tidak pernah mengeluarkan ijin atas tempat hiburan berupa DJ dan room karaoke.

“Engga ada. Jadi izin operasional itu namanya Surat Ijin Usaha Kepariwisataan (SIUK). Sekarang itu kan SIUK ini diganti dengan nama Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Kita kan harus terima dari pariwisata terkait dengan rekomendasinya,didalam pariwisata juga ijin operasional itu pun tidak akan diterbitkan,” kata Dita.

Dita juga menegaskan hal tersebut harus segera ditindak oleh SKPD teknis terkait dengan adanya pernyataan dari pemilik tempat hiburan KM yang mengklaim mendapatkan ijin dari pemerintah.

“Ini harus segera ditindak oleh SKPD teknis terkait dengan adanya klaim seperti ini, apalagi dalam peraturan daerah (Perda) itu tidak pernah ada izin diskotik dan room karaoke. Harusnya ini Satpol PP bisa menindak tegas untuk penegakkan perda yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan IMB, Tunggul Fernando Simanjuntak mengatakan, tidak pernah ada dalam peraturan daerah yang memberikan ijin diskotik dan room karaoke.

“Di perda itu tidak ada ijin diskotik. Nggak mungkin itu ada ijinnya siapa yang berani menerbitkan ijin tersebut? Yang ada itu ijin bodong,” katanya.

Sekretaris Disbudpar Kota Cilegon, As’ad Syukri, menyangkal klaim yang dinyatakan oleh pemilik tempat hiburan KM, terutama dengan adanya alih fungsi yang dulunya sebagai tempat hiburan karaoke terbuka dan juga permainan ketangkasan biliard.

“Sebetulnya kan tidak mudah untuk mendapatkan perijinan apalagi itu ada perubahan fungsi tempat. Sampai dengan saat ini kami tidak pernah mendapatkan permohonan untuk ijin tempat tersebut, apalagi sampai beralih fungsi seperti itu. Kalau memang mereka mengaku ada ijinnya, mana buktinya?” ujar As’ad.

Pada berita sebelumnya, Oman, pemilik tembat hiburan KM mengaku sudah mendapatkan izin dari pemerintah atas tempat hiburan hall diskotik Disk Joki (DJ) atau yang lebih dikenal dengan dugem dan room karaoke. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
_IMG_000000_000000

Suami Suka ‘Jajan’ Diluar Rumah, 103 IRT di Cilegon Tertular HIV/AIDS

Salah satu warem dan tempat hiburan di Kelurahan Ramanuju, Kota Cilegon

Lurah Ramanuju: Warem itu Ilegal

Related posts
Your comment?
Leave a Reply