Akmal, Siswa Kelas 6 SDN Cilegon 2 Mewakili Banten di Lomba Membatik tingkat Nasional

11 bulan yang lalu Iip Djulianto 0 respond
batik

CILEGON, BCO – Muhammad Akmal Firdaus (11 tahun), usianya masih anak-anak, namun keahlian membubuhkan cairan lilin malam dengan canting di atas pola kain sangat luwes dilakukannya untuk menghasilkan satu lembar kain batik.

Siswa kelas 6 SDN Cilegon 2 ini memang mahir dalam membatik, bahkan dalam waktu dekat Akmal mewakili Provinsi Banten menjadi peserta lomba membatik tingkat nasional dalam event Lomba Cipta Seni Pelajar (LCSP) tingkat Nasional, di Jakarta, 4 – 7 Oktober 2016.

Menjadi perwakilan Provinsi Banten tentu saja bukan asal tunjuk, sebelumnya Akmal sudah menjuarai lomba membatik dari tingkat kecamatan, kota, dan provinsi. Kemahiran Akmal dalam membatik sudah ditekuni sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD, dengan mengikuti estrakurikuler membatik di sekolahnya.

“Seneng aja membatik, bisa banyak yang dipelajari dari membuat pola sampai mencanting,” kata Akmal ditemui di sela-sela kegiatannya membantik, Senin 2 Oktober 2016.

Bakat seni membatik rupanya merupakan turunan dari ayah Akmal yang merupakan seniman kaligrafi. Melukis dan membatik adalah hobi Akmal yang kini membuahkan prestasi sekolahnya.

“Melukis masih suka, cuma sekarang lagi sering latihan membatik saja. Sehari bisa dua sampai tiga jam latihan membatik sepulangnya dari sekolah,” kata Akmal yang juga hobi bersepeda ini.

Terkena panasnya tetesan lilin sudah tidak lagi dirasakan Akmal. Kepuasan setelah menghasilkan karya batik membuat akmal bangga bisa menjadi penerus warisan budaya tradisional Indonesia.

Akmal sudah sangat terampil dalam mengerjakan tahapan-tahapan membatik, mulai dari menggambar pola di atas kain, menitikkan malam dengan mencanting, mewarnai kain, melurudkan lilin malam, hingga membuat pewarna kain meresap dan tahan lama.

“Saat melukis, cairan lilin juga harus tahu mana yang pas. Karena kalau lilinnya kurang panas hasilnya tidak bagus. Atau salah saat melakukan pewarnaan bisa menyebabkan pola batiknya rusak,” kata Akmal.

Akmal berharap, kerja kerasnya dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba membatik di tingkat nasional bisa menunjukan karya terbaiknya. Meskipun dalam lomba nanti belum tahu tema yang akan diangkat, Akmal optimis dengan kreatifitasnya membuat pola tidak akan kesulitan menghadapi tantangan nanti.

“Setiap membatik, pasti tidak lepas dari pola-pola mengangkat kebudayaan lokal. Batik yang saya buat nanti tetap ada unsur budaya Kota Cilegon yang diangkat,” kata Akmal. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
tbi

Tak Ingin Kalah Dengan Imlek, SD Juara Cilegon Semarakkan Tahun Baru Islam dengan Menampilkan Bakat Anak Didiknya

bnnk-dishub

BNNK Cilegon Dadakan Tes Urine 150 Pegawai Dishub, Seluruh Dinas Akan Jadi Target

Related posts
Your comment?
Leave a Reply