Komite Persiapan Daerah Istimewa Banten Segera Dibentuk

2 tahun yang lalu Redaksi BCO 3 responds
Mercusuar Banten di Anyer. Foto: internet
Mercusuar Banten di Anyer. Foto: internet

CILEGON, BCO - Terbentuknya Daerah Istimewa Banten Menuju Pusat Peradaban Dunia merupakan sebuah visi kaum muda Banten yang digaungkan kurang lebih sat tahun yang lalu, gagasan besar tersebut merupakan semangat baru dari kaum muda yang menginginkan adanya perlakuan khusus terhadap Banten.

Bukan tanpa alasan, sebagai gerbang investasi Indonesia, yang menghubungkan dua kekuatan ekonomi besar yakni; Sumatera dan Jawa, dimana hampir seluruh pabrik vital negara ada di Provinsi Banten dari listrik sampai ketersediaan baja nasional, dari industri hulu hingga hilir, sejarah mencatat bahwa pada abad ke 17, Banten merupakan jalur perdagangan internasional karena memiliki pelabuhan internasional yang ramai dikunjungi para pedagang asing, bahkan banten memiliki hubungan diplomasi dengan kerajaan-kerajaan eropa, hal ini dibuktikan dengan ditempatkannya 2 duta besar banten di kerajaan Inggris, sementara itu pada tahun 50an ketika Indonesia dipaksa mengadopsi system RIS ( Republic Indonesia Serikat ), Banten bersama Aceh dan Jogja tetap setia pada NKRI, sebuah sikap yg konsisten dan loyal!, sudah barang tentu kehebatan sejarah banten tersebut menjadi spirit dan alasan kuat berdirinya Daerah Istimewa Banten. Memang, dibutuhkan kajian khusus untuk hal tersebut, namun setidaknya hal yang telah dikemukanan diatas menjadi landasan awal cita-cita terbentuknya Daerah Istimewa Banten.

Munculnya gagasan Daerah Istimewa Banten

Munculnya gagasan pembentukan Daerah Istimewa Banten, berawal sekitar satu tahun yang lalu dengan dibentuknya aliansi taktis bernama Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC). Nama ini disadur dari ide dan gagasan Tan Malaka yang membentuk aliansi dengan nama yang sama yakni Persatuan Perjuangan. PPMC dibentuk dengan tujuan menggalang kekuatan massa untuk mengkritisi laju investasi asing, wabil khusus investasi Korea di Cilegon. Dalam proses perjuangan tersebut PPMC menggalang kekuatan ulama, umaro dan kaum muda. Kami berupaya dan berjuang menyadarkan masyarakat akan dampak investasi asing di daerah!.

Sejak awal PPMC menyadari bahwa rezim hari itu – Susilo Bambang Yudhoyono – berada dibelakang kekuatan investor asing (dalam hal ini Korea Selatan dengan Posco nya). Bahkan alat-alat negara “diselewengkan” untuk mengamankan investasi Korea. Dan PPMC menyadari bahwa serbuan investasi asing ini bukan hanya menyerbu masuk ke Cilegon tetapi juga daerah lain seperti Pandeglang, Tangerang, Serang dan Lebak. Pendeknya menyerbu seluruh banten!

Hari ini kita menghadapi sebuah episode baru penjajahan asing yang berkedok investasi, berkedok efek retas investasi, berkedok angka-angka makro ekonomi yang membaik. Sebagai kaum muda, kami menilai bahwa Banten belum siap untuk menyambut kedatangan para investor. Pemerintah Pusat terkesan memaksakan kehendak untuk melakukan eksploitasi terhadap provinsi Banten dengan menjadikannya sebagai wilayah investasi, dengan mengesampingkan kearifan lokal dan mengesampingkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Dan disadari bahwa hari ini perjuangan tak bisa hanya dengan demo-demoan, bakar-bakaran atau teriak-teriakan, kaum muda haruslah bisa menyusun organisasi yang baik dan rapih serta menggunakan jalur perjuangan yang sesuai dengan hukum dan konstitusi yang berlaku di negara Indonesia.

Daerah berlindung pada UU Otonomi Daerah, yang nyata-nyata masih lemah untuk melindungi kepentingan daerah. Dengan UU Otonomi Daerah, Pemerintah Pusat mengambil 70 persen bagi hasil pajak, sementara daerah hanya mendapat 30 persennya saja. Alhasil, dengan alih-alih menjadi wilayah investasi, justru ratusan bahkan ribuan pabrik berjamur, asap dari cerobong pabrik dihirup masyarakat setiap detik, limbah merusak lingkungan, pengangguran merajalela, kemiskinan begitu nyata di daerah-daerah. Sementara itu 100 km dari tanah ini, sebuah kenyataan berbeda melihat “Para Pejabat Jakarta” yang merampok uang Negara, sebuah ketidakadilan yang nyata!.

Inilah sebab mengapa PPMC memunculkan gagasan Daerah Istimewa Banten sebagai sebuah jalan perjuangan yang dipilih untuk melindungi rakyat Cilegon dan Banten dari gempuran arus deras investasi tanpa kontrol yang kelak dan sudah barang tentu menggiring masyarakat Banten semakin jauh dari cita-cita sesungguhnya, sebagaimana cita-cita yang diperjuangkan para pendiri. Kami meyakini inilah jalan untuk menegakkan keadilan sosial!

Gagasan pembentukan daerah Istimewa Banten bukanlah hal yang utopis!, jika melihat sejarah berdirinya Propinsi Banten yang membutuhkan rentang waktu tidak kurang dari 40 tahun-an. Semenjak tahun 60-an gagasan Provinsi Banten sudah diletupkan, baru pada era reformasi Propinsi Banten terwujud. Belajar dari sejarah itulah, PPMC yakin mimpi besar Daerah Istimewa Banten bisa terwujud.

Oleh karena itu, demi terwujudnya mimpi besar tersebut, PPMC mengajak semua elemen kebantenan untuk bergabung dan berjuang bersama. Dalam waktu dekat akan segera dibentuk KOMITE PERSIAPAN PEMBENTUKAN DAERAH ISTIMEWA BANTEN. (*)

OpiniOleh:

Isbatullah Alibasja

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in
Majelis Mudzakarah Ulama Banten (MMUB) menyikapi kasus Tolikara.

Kasus Tolikara, Ulama Banten Anggap Pemerintah Abai Menjaga Umat Islam

KLW-PWI

PWI Banten Gelar Karya Latih Wartawan di Anyer

Related posts
Leave a Reply