Bawaslu: Pilgub Banten Rawan Kecurangan

5 bulan yang lalu Aulia 0 respond
bawaslu-banten

SERANG, BCO – Pilkada Serentak di Provinsi Banten yang akan diselenggarakan Februari 2017 mendatang, diprediksi akan penuh intrik dan kecurangan-kecuranga­n pada penyelenggaraannya. Demikian dikatakan Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Banten, Eka Satialaksmana.

Banten merupakan satu provinsi yang disoroti Bawaslu RI karena memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi selain Papua Barat dan Aceh.

“Banten salah satu provinsi yang paling rawan pada Pilkada 2017 yang akan datang, tiga dimensi yang kami soroti yaitu penyelenggara, kontestasi dan partisipasi,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin Agustus 2016.

Merujuk pada IKP (Indeks Kerawanan Pemilu) 2016 yang telah dirumuskan sejak 2 Februari 2016 lalu, ada beberapa poin yang digaris bawahi Bawaslu Provinsi Banten, diantaranya yang paling menjadi titik perhatian adalah indikator kekerabatan politik calon.

“Dilihat dari 3 dimensi yang paling tinggi indeksnya adalah dari sisi kontestasi terutama pada indikator atau variabel kekerabatan politik calon kita paling tinggi. Dibandingkan Papua Barat 3, Aceh 3, dan kita 5 indeks kekerabatan politik calon itu yang dihasilkan dari riset kerawanan pemilunya,” tuturnya.

Kekerabatan antara kepala daerah dan kontestan Pemilu di Banten ini yang sedang intensif juga diawasi Bawaslu, Eka menambahkan pihaknya telah melakukan upaya pencegahan utuk meminimalisasi kemungkinan kerawanan tersebut.

“Kita sudah sadari itu, semua kepala daerah terutama yang memiliki kekerabatan dengan pasangan calon telah kita surati, karena aturannya jelas dalam PKPU Pasal 71,” Eka menegaskan.

Bukan saja di dimensi tersebut, Provinsi Banten pun memiliki indeks yang tinggi pada dua dimensi lainnya.

“Hampir semua dimensi memilki Indeks Kerawanan Pemilu yang tinggi di Banten ini, bukan saja variabel di kontestasi,” ujar Eka menambahkan.

Nantinya IKP ini digunakan Bawaslu sebagai dasar merumuskan kebijakan yang sifatnya pencegahan dini kemungkinan kerawanan, terutama kecurangan oleh pasangan calon dan timnya.

“Indek Kerawanan ini sebagai mitigasi awal Bawaslu, atau istilahnya early warning sistem kita. Untuk mencegah terhadap kemungkinan-kemungki­nan terburuk saat Pilkada,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Polri dan TNI untuk turut andil dalam mengawasi tiga dimensi kerawanan.

“Kami akan perketat pengawasan terhadap calon yang memiliki kekerabatan terhadap kepala daerah, dan penyelenggara Pemilu” katanya.

Namun indeks kerawanan yang lebih tinggi akan dipicu oleh pihak penyelenggara, dalam hal ini KPU diharapkan menjaga independensi dan ketidak berpihakan terhadap pasangan calon kandidat Pilgub Banten 2016.

“KPU jangan main-main, penyelenggara harus netral dan hal tersebut sudah sering disampaikan. KPU harus profesional dalam berkerja, agar mengantisipasi kerawanan,” tutupnya. (*)

Don't miss the stories followPortal Berita Cilegon No.1 and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
RK-ATN

Pengamat: Keputusan Gerindra Usung Rano – ATN Belum Final

IMG_20160829_212938903

Keterwakilan Perempuan Cilegon Dalam Politik Masih Rendah

Related posts

Komentar